Memanfaatkan panenan bunga telang yang nonstop mekar tiap harinya. Saya coba untuk mewarnai kue lapis kanji ini, walau warnanya kurang ngejreng sedikit..dan layernya juga kurang cantik. Beginilah kalau penyakit malesnya lagi kumat, pengen bebikinan tapi males repotπ.

Soalnya kue tradisional yang satu ini memang butuh kesabaran dan ketelatenan ekstra, apalagi dengan banyak layer yang tipis tipis itu..duh bikin boyok pegel! . Saya pernah bikin 2 loyang agak besar sekaligus, nyaris butuh waktu 2 jam di pengukusannya karena memang cuman pake dandang rumahan biasa, jadi ya cuma satu persatu ngukusnya.
BAHAN:
- 250 gr tepung kanji / tapioka
- 200 gr tepung terigu pro sedang
- 300 gr gula pasir ( 350 gr bagi yang suka manis)
- 1/2 sdt garam halus
- 1200 ml santan kental
- 5 lembar daun pandan simpulkan
- 1 genggam bunga telang segar bejek dengan sedikit air, kurleb 70 ml. Peras, sisihkan
CARA:
- Campur santan ,garam, gula pasir , daun pandan. Masak sampai mendidih. Jangan lupa aduk terus agar tidak pecah. Angkat dinginkan
- Campur kanji dan terigu di wadah besar, tuangi santan. Aduk rata sampai licin jangan sampai ada yang bergerindil , saring.
- Bagi adonan jadi 2 . Satu adonan dibiarkan putih, sisanya ditambah perasan bunga telang
- Panaskan kukusan dengan api sedang cenderung kecil saja sampai air mendidih
- Olesi loyang dengan sedikit minyak sayur, lapisi dengan plastik tebal. Tuang segelas adonan warna putih, kukus 5 menit. Timpa dengan warna biru kukus 5 menit. Lakukan hal yang sama sampai semua adonan habis terakhir kukus 25 menit. Angkat. Dinginkan. Siap diiris iris




Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.