Sate Tempe

Sate ini cocok buat yang kebelet makan se”sate”an tapi pantang makan daging dagingan atau buat para vegetarian. Kemarin dibawain Bulik saya 2 papan tempe ukuran lumayan besar , kalau saya konsumsi sendirian tidak bakalan habis seharian..hihi… pas beliau datang ke sini.

Lagi lagi karena alasan sedang mengurangi makan makanan yang berminyak dan serba serbi gorengan,tempe tersebut saya eksekusi menjadi Baceman. Dan sisanya saya bikin sate tempe ini.

***Bahan:

1 papan tempe iris serasi kotak

500 ml air ( secukupnya sampai tempe terendam sewaktu dimasak)

***Bumbu Halus:

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

3 butir kemiri

1/2 sdt ketumbar bubuk

1 sdt garam halus ( sesuai selera)

2 lembar daun salam

3 cm lengkuas

1 sdm gula jawa

2 sdm kecap manis

1/2 sdt kaldu bubuk (optional)

***Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum tuangkan air , dan masukkan irisan tempe. Tes ras, masak sampai air asat, angkat. Tusuk dengan tusukan sate, bakar di atas grill.

***Bahan Saos Kacang:

100 gram kacang tanah sangrai haluskan

200 ml air matang

***Bumbu halus:

3 siung bawang merah

2 siung bawang putih

2 butir kemiri

1/4 sdt ketumbar bubuk

1/4 sdt lada bubuk

1/2 sdt gula pasir

1/2 sdt garam ( sesuai selera)

***Tumis bumbu halus, masukkan air matang dan kacang halus. Masak sampai mendidih, tes rasa. Aduk aduk sampai sedikit mengental. Angkat.

Lumuri sate tempe dengan saos kacang, sajikan bersama sambal kecap. Nom nom….😋

Happy cooking 😘

Akhirnya, Ngidam Mie Ayamnya Kesampaian Juga….

Memanfaatkan ayam bakar ater ater atau ulih ulih yang sama sekali tak tersentuh dan cuma dianggurin semalaman dikulkas, karena rasanya yang anyep. Asin tidak, gurih tidak, manispun tidak.

Ater ater, Ulih ulih atau Punjungan adalah sebutan di Yogya kalau kita datang ke kondangan penganten, kelahiran bayi, khitanan, pembangunan rumah baru atau selamatan orang meninggal dunia. Nanti pulangnya dibawain makanan oleh yang si empunya hajatan. Jika tidak ya selang sehari atau 2 hari, kita akan dikasih makanan oleh yang punya hajatan tersebut. Dianter ke rumah, bisa berupa nasi lengkap dengan sayur lauk pauk. Tapi sekarang lebih dipersimpel dengan ayam bakar/goreng satu dus ataupun cake/bolu seloyang. Itupun berlaku di Yogya pinggiran atau yang masih tinggal di beberapa kabupaten di wilayah Yogya..entah kalau di Yogya kotanya..karena meskipun saya orang Yogya, tapi masih tinggal di desa dipinggiran Yogya..

Ceritanya sudah lama sekali saya tidak menyantap makanan yang namanya mie ayam. Sejak tahun ini, sejak pandemi corona singgah di Indonesia baru sekali makan mie ayam, itu pas awal awal Yogya dinyatakan ada yang positif 2 orang, sekitaran pertengahan bulan Maret lalu.

Dulu tepatnya tahun lalu sempat bikin sendiri mie ayam home made, tapi untuk saat ini saya lagi malas ribet. Berhubung ngidamnya sudah kelas dewa dewa dan tak bisa terbendung lagi ngecesnya, weslah siang ini bikin mie ayam ala kadarnya, alias mie ayam abal abal. Bermodal ayam bakar ater ater tanpa rasa dan mie goreng instant di dapur, cuma mienya yang saya gunakan, sedangkan bumbu bumbunya saya buang, sret sret sreet…haha…tersajilah semangkuk mie ayam panas KW2 ala saya… not too bad lah.. ketimbang terus terusan cuma membayangkan mie ayam dan tidak pernah kunjung beneran di hadapan saya….ya kan?😆

Sedangkan kuah mie ayamnya, saya buat dari air yang direbus dan dibumbuin bumbu sop. Minus tulangan ayam ataupun daging tentunya. Dan ayam bakarnya saya olah lagi menjadi ayam kecap, dibumbuin bumbu semur.

Hmm..akhirnya kesampaian juga. Meskipun tak perfecto 100%. No ngeces ngeces lagi. No ngidam ngidam lagi! 😀

Yummy for my tummy…😋