Sudah bertahun tahun lamanya saya tidak membuat pun memakan kerupuk satu ini. Kerupuk nasi atau disebut kerupuk gendar , kerupuk puli ataupun lempeng gendar kalau di tempat saya di Jogja. Ini rasanya enak banget…ketimbang kerupuk udang atau kerupuk bawang saya lebih memilih kerupuk gendar ini. Meskipun kerupuk palembang atau kemplang masih tetap terfavorit di hati saya…
Terakhir kali makan lempeng ini dulu sewaktu saya masih tinggal di Prambanan , itupun beli mentahnya jauh banget di pasar Kepek Jl Imogiri selagi saya berkunjung ke rumah bapak di Bantul. Sudah ada 5 atau 6 tahunan kali ya…
Dulu dulu ya…dulu sekali…sering banget bebikinan ini, sebelum uyah bleng viral sebagai bahan kimia boraks yang ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh bila dikonsumsi dalam jangka panjang dan berlebihan akan menyebabkan penyakit ginjal sampai kematian. Fungsi uyah bleng ini sebagai pengenyal kerupuk, bila digoreng akan mekar dan bertekstur renyah. Tapi setelah tahu kalau uyah bleng tidak baik buat kesehatan , sayapun stop menggunakannya. Dan lama sekali vakum tidak bikin kerupuk nasi lagi.
Pernah setahun lalu bikin kerupuk nasi yang versi campuran nasi dan tapioka, tapi caranya ribet. Musti di masak macam bikin pempek lenjer itu, direbus , diinapkan dikulkas semalaman, baru diiris dan dijemur keesokan harinya. Hasilnya renyah sih, mekar, gurih tapi rasa sensasi nasinya hilang sama sekali, ndak terasa babar blas…😃
Setelah itu sempat bikin lagi berulang ulang malah, yang versi nasi campur tapioka dikukus dan dibejek bejek…jadi sih bisa dibentuk…. tapi setelah kering dan digoreng rasanya bantat keras , langsung gosong pas masuk ke minyak walaupun api sudah saya setel di api paling kecil. Dari beberapa trial dia atas tersebut, akhirnya sayapun menyerah angkat tangan ….haha….rasanya ndak berbakat banget bikin kerupuk nasi. Ribet menyita waktu, semua gagal dan finally hanya berakhir di tong sampah. Sayang banget kan?ðŸ˜
Tapi, minggu yang lalu saya baca postingan salah satu teman member di grup kuliner yang saya ikuti di Facebook tentang perkerupukan nasi ini, cuma nasi dan bumbu saja dikukus tanpa tambahan kanji atau tapioka kok jadi . Dari situlah penyakit penasaran saya kumat lagi..hehe..karena saya orangnya suka penasaran banget kalau bebikinan tidak jadi, tidak puas. Pasti akan tetap diulang ulang terus sampai benar benar menghasilkan makanan yang sesuai dengan ekspektasi saya.. ndak kapok kapok walau gagal mulu!😂✌
Yowes, mumpung punya sisa nasi kemarin yang masih bagus saya bikin kerupuk gendar ini. Setidaknya kalau tidak sukses 100%, saya tidak akan kecewa berat , tidak akan menangis bombay …lha wong cuma sedikit bikinnya..😂
BAHAN:
- 1 mangkok nasi
- 150 ml air matang / kurang lebih segitu
- 5 siung bawang putih
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 3 butir kemiri
- 1 Sdt garam halus (optional)
- 1 sdt kaldu bubuk ( optional)
CARA:
- Campur nasi dan bumbu, tuangi air sedikit sedikit sampai tercampur rata. ( campur sampai nasi basah tapi jangan sampai kebenyekan ya..)
- Kukus 25 menit. Angkat. Tumbuk halus ( saya memakai ulekan)
- Ambil adonan sebesar bola pingpong, bejek bejek dia atas talenan sampai tipis melebar.
- Taruh diatas nampan atau tampah. Jemur sampai kering. Siap digoreng.

Hasilnya enak ya, renyah tapi tidak semekar kalau pakai uyah bleng itu. Gorengnya harus pakai api kecil, soalnya langsung berubah warna cokelat sikerupuk nasi ini sewaktu masuk ke dalam penggorengan….






Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.