Kopi Beras, manjur atasi diare & sakit perut

Saya ini orangnya langganan diare plus sakit perut. Bila makan sambel yang agak pedes dikit atau sayur pedes tumis atau bersantan kental, perut langsung bereaksi seketika terasa panas dan mulas. Tapi tetep aja ya kadang masih ngeyel, masih makan yang pedes kalau lagi pengen..soalnya makan yang serba gurih dan anyep itu bikin gak nafsu makan😥

Dulu sewaktu saya masih ABG masih muda, saya jagonya makan pedas. Makan segigit bakwan saja nyeplus lomboknya bisa 5 biji sekaligus..langsung hap!. Bayangkan bisa 15 biji lombok kan yang saya ceplus untuk menghabiskan satu gorengan😱.

Hehe…itu dulu ya..tapi sekarang ketika saya sudah berumur dan menjelang “manula” ..perut saya sudah gak bisa berkompromi lagi sama si cabe cabean. Sudah keok..kata orang sih ususnya sudah menipis. Bentar bentar lari ke toilet sehabis makan pedas.

Padahal dalam hati kecil saya, masih punya keinginan yang kuat buat mencolek colek sambel di cobek. Apalagi sambel terasi dan rebusan pucuk daun singkong muda..uuuuh itu makanan terenak sedunia..aaagh terasa air liur saya mau meleleh cuma dengan melihat kedua makanan tersebut. I love terasi full!!😍

Saat ini yang bisa saya lakukan hanya memandang sambel dan tumisan pedes dengan wajah memelas..hayang..oh how pity i am…😢

Karena seringnya saya diare, beberapa saudara dan teman dekat memberi julukan kepada saya Si Ratu Jret haha..😂. Hingga sayapun harus punya persediaan beberapa emplek obat diare dari apotik dirumah, buat jaga jaga sewaktu waktu jret lagi. Tapi beberapa bulan terakhir ini saya mencoba resep alami warisan dari almarhum Simbah saya. Yang tentunya lebih aman dikonsumsi ketimbang obat kimia..

Cuss yuk..

Bahan:

Segenggam beras cuci bersih tirisksn

200 – 250 ml air . Usahakan airnya sangat panas baru mendidih

Cara:

Sangrai beras di wajan atau kalau ada tempat penggorengan yang dari tanah liat itu loh. Aduk sampai gosong dan menghitam. Angkat. (Semacam wajan tapi dari tanah liat, Saya gak tau namanya🙈).

Tuang di teko atau gelas besar. Tuang air panas,aduk. Saring. Minum selagi masih hangat. Pahit sih dikit. Tapi insha Allah diarenya akan segera stop.

Kopi beras, abaikan penampakan wajan saya ya. Emang wajan udah tua dan bulukan. Tapi itu peninggalan dari almarhum Simbah Putri/ Nenek saya. Jadi ada kenangannya😊.

Daun Pandan dan Khasiatnya

Ingin membuat makanan atau kue jajan tradisional memakai pewarna alami? Ya,, daun pandan dan daun suji jawabannya. Duet ke 2 dedaunan ini akan menghasilkan warna hijau yang alami meski tak sehijau pewarna kue produk pabrik. Warnanya agak hijau muda..sedikit kekuningan.

Caranya cukup mudah, tinggal blender saja daun suji dan pandan, setelah 3 hari diinapkan di kulkas nanti akan muncul endapan dibawah. Endapan tersebut adalah ekstrak daun suji pandan yang nantinya kita pakai sebagai pewarna makanan.

**Cara bikin pewarna alami:

30 lembar daun suji cuci bersih

2 lembar daun pandan cuci bersih

Potong potong dan blender bersama 100 ml air. Tambahkan 1 sdt air kapur sirih supaya nanti warnanya keluar bila dicampur ke makanan. Dan supaya lebih tahan lama beberapa hari di kulkas.

Daun pandan juga disebut Pandanus Amaryllious dalam bahasa latinnya. Selain berfungsi sebagai pewarna alami dan pengharum makanan, daun ini berkhasiat pula sebagai obat herbal, beberapa diantaranya adalah:

1. Berfungsi sebagai penenang atau aroma terapi

2. Menyembuhkan reumatik

3. Untuk minyak wangi atau bahan kosmetik

4. Sebagai tonikum

5. Untuk mengontrol kadar gula darah

6. Mengatasi nyeri radang

7. Menetralisir racun

8. Mengatasi rambut rontok dan ketombe

9. Menghitamkan rambut.

Ini daun pandan di depan rumah,belum numbuh lebat tapi sudah agak plontos duluan … habis diprotolin daunnya..dipakai setiap bikin kue..😂