Jangan Lodeh Gori

Sayur ini mengingatkan akan kenangan masa remaja saya dulu berpuluh puluh tahun yang lalu, ketika saya masih mengenyam pendidikan SMA di Bantul. Karena Mboktuwo ( nenek) saya sering memasak sayur nangka muda pedas bersantan seperti ini. Ditambah dengan daun So/ daun melinjo muda,menyantapnya cukup bersanding dengan tempe garit yang dibumbu bawang uyah (bawang putih garam) saja, menggorengnya sampai benar benar garing dan renyah. Wah sedap betul! 😋

Jadi kangen sama tempe Bantul nih hihi..kalau di tempat saya di kabupaten Sleman, tempe dipasaran hanya berbungkus plastik dan daun pisang saja . Tapi kalau di Bantul sana, masih dapat ditemukan tempe yang berbungkus daun jati dan daun awar awar, cukup unik . Ini sejenis daun liar yang getahnya gatal kalau mengenai kulit, biasa tumbuh di pinggir jalan/pagar. Kalau di tempat saya tinggal sekarang ini, daun awar awar biasa dipakai sama orang orang sepulang dari melayat/takziyah, mereka memetik daun ini dan disabet sabetkan perlahan ke sekitar tubuh . Katanya sih biar tawar dari sawan. Entah itu cuma mitos atau fakta. Wallahu’allam.

Dan dipostingan kali ini saya tidak akan share resep sayur lodeh gori ya , soalnya cara memasak dan bumbunya masih sama dengan sayur sayur lodeh yang lainnya. Cuman bumbu iris bawang merah bawang putih cabe beserta daun salam lengkuas ebi rebon yang dicemplungin ke santan saja.

Meskipun menu ini sangat simple , sangat sederhana tapi rasanya uenaaak kok.😂
Apalagi bagi saya pribadi ,pecinta kuliner tradisional Indonesia…😘

Penampakan sayur ndeso yang selalu ngangenin bagi saya …😍

Bakpia isi Kumbu Kacang Hijau

Masih ada sisa kumbu kacang hijau, sebagiannya sudah saya pakai buat isian roti pia basah. Yowes ini sekalian tak pakai buat isian bakpia Jogja saja, tapi di tahap prosesnya tidak direndam pakai minyak goreng dulu.

Cara manggangnya pun masih sama dengan roti pia basah, bisa di oven atau di wajan teflon tebal dan snack maker. Saya lebih suka hasil yang dipanggang di snack maker ketimbang di oven tangkring jadul saya😀..karena warna cokelatnya lebih keluar cantik. Sedangkan yang di oven sama sekali tidak berwarna cokelat di permukaan kuenya, tetap putih saja walau sudah matang. Malah rasanya jadi ngeprul dan renyah …

Bahan kulit A:

  • 150 gr terigu protein sedang
  • 2 sdm gula pasir
  • 1/4 sdt garam halus
  • 50 ml air putih matang
  • 50 ml minyak goreng

Bahan kulit B:

  • 100 gr tepung terigu protein sedang
  • 50 ml minyak goreng

**Bahan Isian:

– 200 gr kacang hijau berkulit

– 200 gr gula pasir

– 200 ml santan kental

– 1/4 sdt garam halus

– 2 lembar daun pandan

Rendam kacang semalaman, kukus 30 menit. Haluskan. Masak bersama santan ,gula, garam dan daun pandan sampak asat dan kalis. Bentuk bulat untuk isian.

( Satu resep kumbu ini bisa dipakai buat 2x resep bakpia. Punya saya tak pakai buat isian roti pia basah dan bakpia Pathuk ini, pas cuma sisa 3 bulatan).

Cara:

  • Campur semua bahan A. Aduk sampai kalis. Diamkan 30 menit
  • Campur semua bahan B, aduk rata sampai kalis. Diamkan 30 menit
  • Bagi adonan A dan B, masing masing jadi 20 bulatan
  • Ambil bulatan A pipihkan isi dengan bulatan B. Diamkan 10 menit
  • Ambil satu bulatan, giling tipis, dan gulung lagi. Lakukan hal yang sama dengan bulatan lainnya sampai semua selesai. Diamkan 10 menit
  • Giling dan gulung lagi bulatan adonan bakpia , diamkan 10 menit ( Jadi proses giling dan gulungnya dilakukan sampai 3 kali ya )
  • Gilas tipis adonan, isi dengan bulatan kumbu kacang. Bulatkan dan rapatkan. Lakukan sampai semua selesai
  • Panggang di snack maker/ wajan teflon tebal atau oven. Bila satu sisi sudah berwarna cokelat, balik. Masak sampai kedua sisi bakpia berwarna cokelat semua. Angkat

Bikin 1/4 kilo terigu saja sudah cukup mblenger dimakan sendirian. Saking ragunya beli makanan jadi sekarang disaat pandemi gini , lebih baik bikin camilan sendiri..lebih enak lebih sehat..lumayanlah buat ganjal perut!😘