Es Batu dan Asal Usulnya di Indonesia

Lagi demen bebikinan es batu nih…

Sebenarnya saya jarang banget bikin es batu, soalnya alergi sama segala cool drinks..enak sih pas minumnya tapi setelahnya tenggorokan jadi perih dan surau berubah jadi parau..hiks hiks😢.

Kalau bikin es batu gini paling kalau ada request. Atau mau bikin cendol , bikin bakso ..atau mau masak apa gitu yang butuh es batu di ingredient nya..

Dari berbagai sumber yang pernah saya baca, es batu awalnya masuk ke negara kita sekitar tahun 1846 diangkut oleh sebuah kapal dari luar negeri dan sempat membuat heboh seantero Batavia saat itu. Sampai sampai berita soal kedatangan es batu tersebut di muat di sebuah koran yang bernama Kavasche Courant.

Pada jaman Hindia Belanda dulu, es batu termasuk hidangan lux, makanan dingin yang disajikan bersama bir. Dan hanya orang orang dari kalangan elite saja yang bisa membelinya, harganya sekisar 10 sen gulden untuk bobot es batu per 500 gram. Es batu diklaim sebagai obat sariawan dan ada pula yang menyebutnya sebagai bongkahan putih berbentuk seperti kristal yang dimana kalau dipegang terasa kaku. Agar tidak mudah mencair, es batu di bungkus dengan kain wol karena pada masa itu belum ada alat pendingin semacam freezer ataupun kulkas .

Pada tahun 1870 es batu di impor dari Amerika Serikat tepatnya dari Boston. Selang 27 tahun selanjutnya pabrik es batu pertama kali di Indonesia muncul di kota Semarang Jawa Tengah, yang dipelopori oleh seorang Tionghoa bernama Kwan Wan Hong .

Seterusnya di ikuti oleh bermunculannya pabrik pabrik es batu di berbagai kota, seperti di Surabaya, Pekalongan atau di Jakarta sendiri ( dulu masih dengan nama Batavia ya)..😊

Jangan Loncom Kobis

Efek lagi tidak enak badan, lungkrah, mau ngapain rasanya kok ya males lemes . Pengen makan yang segar segar yang berkuah panas dan pedas gitu…tapi di dapur cuman punya sayur sop sopan ( kalau di pasar tradisional di tempat saya sop sopan adalah mix antara wortel daun seledri/bawang dan kobis kol) .

Jaman dulu sewaktu saya masih kecil , alamarhum Simbah Putri/Nenek saya selalu bilang sayur sop kobis ini dengan sebutan loncoman. Bukan cuma Simbah saja sih, tapi hampir semua warga di daerah saya bilang begitu.

Jangan loncom adalah nama lain dari sayur sop, tapi ini versi jadul . Tanpa tambahan ayam atau daging sapi gitu di kuah kaldunya, murni air ….dan di bumbunya di kasih tambahan kemiri ada juga yang pakai kunyit. Bumbu bumbunya diulek halus dan digongso dulu ( ditumis pakai minyak sedikit) , terus dimasukkin ke air kuah buat sopnya…jadi kuahnya agak butek gitu penampilannya, bukan kuah sop bening…

Tapi kok ya dulu enak enak saja ya saya menyantapnya…padahal tanpa tambahan kaldu apapun…mungkin karena almarhum Simbah saya memasaknya dengan sepenuh hati dan cinta kali ya…jadi apapun yang dimasak tetep saja kerasa yummy…😗

Aah, dan hari ini saya eksekusi kol dan kawan kawannya jadi Jangan Loncom…tapi versi saya..bukan versi almarhum simbah. No kemiri. Dan tentunya pakai kaldu daging..kebetulan masih ada sisa daging sapi pas Idul Adha kemarin..biar rasanya tambah sedap dan gurih. Hal yang saya sukai dari sayur ini adalah sensasi runyah runyah dari kobis/ kolnya..apalagi kol yang warnanya agak kehijau hijaun gitu..sangat menggoda…pasti kres kres pas dikunyah..😍

BAHAN:

  • 250 gr daging sapi
  • 2,5 liter air
  • 2 buah wortel iris
  • 2 buah daun bawang iris
  • 1 batang seledri tanpa daun
  • Kobis secukupnya ( saya separo dari sebulatan kobis ukuran sedang)
  • 2 buah kentang iris kotak
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • 1 sdt kaldu sapi bubuk
  • Garam secukupnya
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1/2 sdt lada bubuk
  • 1/4 sdt pala bubuk

BUMBU HALUS:

  • 6 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah

CARA:

  • Cuci daging. Iris kotak kecil. Rebus bersama air dan daun jeruk sampai empuk memakai api kecil.
  • Masukkan bumbu halus, kentang, garam, pala, lada, kaldu bubuk dan gula pasir, test rasa. Bila kentang sudah empuk masukkan wortel. Selanjutnya masukkan kobis daun bawang dan batang seledri.
  • Masak sampai semua matang. Angkat. Sajikan dengan sambal dan bawang goreng. Enaaak!😍