Masih ada mentimun kemarin sisa urap khas Lombok. Pagi ini saya berdayakan sebagai sayur tumis pedas saja. Setidaknya bisa mengingat kenangan masa kecil saya dulu. Sudah berpuluh puluh tahun sudah tidak pernah masak oseng beginian…
Dahulu semasa almarhum Simbah saya masih hidup dan masih agak muda, beliau sering menanam sayuran buncis dan mentimun ini. Saat itu saya masih bocah ingusan SD – SMP kali ya..lupa lupa ingat saya.
Masih ingat saya, bila panen mentimun tiba selalu ikut membantu di sawah buat metik mentimun yang sudah berukuran besar tapi tidak tua , pakai stick kayu gitu..dicongkel congkel di bawah daun yang sangat lebat. Jaman dulu belum jamannya bercocok tanam pakai polybag. Jadi tanaman dibiarkan melata batangnya..seluruh batang dan daun mentimun yang lebar lebar itu menutupi tanah. Tidak di lanjari gitu. Hihi..membayangkannya kadang takut, gimana kalau ada ular melingkar di balik rerimbunnya batang mentimun…
Dan sesampai dirumah seluruh hasil panenan disortir. Yang bagus di cuci dan yang jelek ( kami menyebutnya Timun Bungkik, karena mentimunnya berukuran kecil dan bengkok) di tinggal dirumah. Dan biasanya diolah sebagai sayuran dirumah sama swargi simbah putri saya, dioseng pakai rebon yang pedas. Itu sudah oseng sayur ternampol dan terlazis pada jamannya…wuih enak banget! Rasanya yang krenyes krenyes dan aroma mentimun matang yang wangi , cocok bersanding dengan nasi hangat yang pulen..ditambahin tempe goreng garit atau ikan asin goreng. Sedap!
BAHAN:
- 1 kg mentimun kupas , belah memanjang jadi 2 iris agal tipis
- 1/2 papan tempe iris kotak kecil
Bumbu :
- 5 siung bawang merah iris tipis
- 3 siung bawang putih iris tipis
- 5 cabe rawit merah
- 5 cabe ijo keriting ( bila suka pedas cabenya ditambahin)
- 2 sdm rebon atau ebi
- 1 sdt garam ( sesuai selera)
- 1 sdm gula pasir/ gula jawa ( sesuai selera)
- 1 sdt kaldu bubuk ( bisa di skip)
CARA:
- Tumis irisan duo bawang, cabe dan rebon sampai layu wangi. Masukkan tempe , aduk tambahkan sedikit air matang.
- Bila air sudah menyusut tambahkan mentimun, garam cabe dan gula. Aduk sampai mentimun layu. Cek rasa. Angkat. Sajikan
Kalau saya lebih suka tumisan pure mentimun saja, tanpa tambahan tempe. Ini cuma sisa tempe kemarin di kulkas, sayang kalau tidak sekalian dimasak keburu jadi tempe busuk besok.




Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.