Berawal dari keinginan saya yang sudah menggebu gebu untuk menyantap semangkuk bubur anget yang gurih, dan selama setahun ini keinginan tersebut hanya menjadi sebuah imajinasi di otak & pikiran saya saja…paling paling saking pengennya saya suka buka menu menu makanan di aplikasi delivery food gitu di ponsel..makin ngiler saja lihat foto fotonya haha..
Sering banget membayangkan makan bubur ndeso , terus dituangi sayur santan pedas Krecek lauknya pakai ayam opor atau cukup dengan sayur santan tempe yang dicampuri kulit melinjo, diatasnya ditaburi mie goreng bihun putih tanpa kecap dan lauknya gorengan anget semisal tempe mendoan, bakwan atau tahu susur..ya Allah menu sederhana sebenarnya tapi itu sebuah kenikmatan yang hakiki bagi saya..๐.
Aaah itu bubur terakhir yang pernah masuk ke lambung saya beberapa tahun yang lalu.
Saya termasuk orang yang tidak begitu suka makan bubur aslinya, apalagi bubur ayam yang dikasih kecap dan ada sambel sambelnya itu.. makan bubur terpaksa kalau lagi tidak enak badan saja.
Meskipun di depan rumah saya dulu ada si Mbak yang jual bubur tiap pagi, saya jarang beli. Andai belipun bisa dihitung pakai jari ..sesekali saja.Tapi hari minggu kemarin terniatkan bikin bubur ini, karena tak mau ribet saya pakai magic com saat memasaknya.
Dulu… dulu sekali semasa swargi Simbah putri masihada, sering sih bikin bubur sendiri, bisa dibilang hampir setiap sebulan sekali tapi bubur Abang Putih ( merah putih ) yang dibikin pas weton hari kelahiran secara Jawa. Jadi yang merah dikasih gula jawa, dan yang putih cuma bubur gurih bersantan biasa saja. Tapi rasanya enak legit. Terus penyajiannya dikasih sehelai kecil daun pisang yang disilangkan diatas bubur. Kemudian di doain sama Simbah saya. Tujuannya sih biar diberi keselamatan, rezeki yang luas dll.
Dan proses memasaknya lama karena dari bentuk butiran beras menjadi benar benar bubur lembek, butiran beras yang sudah hancur cur, dan yang bikin males karena selama masak harus di aduk aduk terus biar tanak dan tidak gosong, pegel tangan jadinya.
Tapi usaha tidak menghianati hasil, tekstur buburnya juga bagus dan tidak mudah basi. Makanya karena proses yang lama, dulu kami memasaknya pakai media “Keren” dan kayu.
Kami di Jogja menyebutnya “Keren” semacam tungku yang terbuat dari tanah liat. Sampai saat inipun penjual bubur ditempat saya masih menggunakan Keren selama memasak bubur, dengan tujuan menghemat gas tentunya.
BAHAN:
- 200 gram beras ( 1 cangkir)
- 4 gelas air
- 2 gelas santan sedang
- 1/2 sdt garam (sesuai selera)
- 2 lembar daun salam
CARA:
- Cuci bersih beras, masak bersama air & garam beserta daun salam di magic com
- Bila tombol Cook sudah berpindah ke Warm, buka tutupnya , aduk aduk bubur dan tambahkan santan
- Pencet tombol ke Cook lagi. Bila sudah berpindah ke tombol Warm aduk aduk lagi. Biarkan sejenak agar bubur tanak
- Kalau saya, bubur saya pindahkan ke panci dan saya masak sebentar lagi di atas kompor memakai api kecil sembari di aduk aduk
- Bubur siap disajikan bersama sayur. So yummy.





Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.