Daun sintrong….
Ya tanaman liar yang satu ini terkenal sebagai gulma di persawahan. Terkadang juga numbuh subur di kebun kebun dekat pekarangan rumah atau di lahan yang tidak tergarap dengan baik. Biasanya dimanfaatkan oleh para petani di pedesaan untuk pakan ternak mereka, seperti kambing misalnya. Karena pas musim penghujan begini tanaman tersebut akan tumbuh secara subur dan lebatnya.
Selain dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tumbuhan ini juga suka dimanfaatkan untuk olahan sayuran seperti campuran pecel, urap, tumisan ataupun lalap dan sayur santan lodeh. Bahkan di pasar dekat rumah saya masih ada Mbak/Mbah bakul sayuran yang menjualnya, bersama dengan tanaman krokot yang juga tumbuh liar di area persawahan itu. Sebenarnya masih ada tumbuhan liar yang dijual dipasar lainnya, tapu saya tidak tahu namanya, yang saya ingat tumbuhan tersebut berbunga kuning.
Daun sintrong ini juga berkhasiat sebagai obat herbal, dari artikel yang pernah saya baca di Mbah Gugel tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai pelancar pencernaan, perangsang muntah, analgesik, dll.
Kalau saya sendiri mengenal tanaman ini sudah sejak dulu kala, jaman saya masih “anak piyik” , maklum saya tinggal di pedesaan dan swargi Simbah saya adalah seorang petani. Jadi mengkonsumsi tumbuhan liar yang ada di sawah dan kebun sudah hal yang lazim bagi kami, anggap saja kami sedang belajar survival pas tersesat di gunung atau di hutan lol… hehe..selagi tidak pahit dan beracun tentunya ya..✌😂
Ketika swargi Simbah masih ada, beliau suka membawa daun ini dari sawah dan direbus, walaupun daun ini beraroma khas ya, agak sengir sengir gimana gitu.mungkin tidak semua lidah orang bisa menerimanya. Makannya cukup dicocol pakai sambel gula merah.,duh sedapnya!😋
Belakangan ini sambel gula jawa tersebut saya ketahui sebagai sambel brambang asem. Tapi seingat saya dulu Simbah bikin sambelnya tidak pakai biji asam dan terasi. Lupa lupa ingat saya…karena moment tersebut sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu . Meski tidak lengkap seperti sambel brambang asem, tetep saja sambal bikinan Simbah is the best dimata anak anak dan cucu cucunya. I love you Mbah. Miss you..😘
Dan hari ini saya dapet seplastik gede daun sintrong ini, dikasih sama Budhe saya. Yowes, akhirnya tak bikin rebusan dan tak sambelin brambang asem saja mumpung masih punya stok bahan bahannya. Sisanya saya tumis sedikit pedas, karena lambung saya sudah tak kuat menerima makanan yang bercabe banyak lagi. Tak kasih rebon dan sedikit terasi, enak juga kok.
BAHAN:
- 1 ikat daun sintrong siangi cuci rebus. Sisihkan
*** Bisa diganti rebusan daun kangkung atau pucuk ubi rambat muda/ glandir
BAHAN SAMBAL :
- 6 bawang merah rebus
- 4 cabe rawit rebus (disesuaikan dengan selera)
- 1/2 sdt terasi bakar atau goreng
- 1/4 sdt garam (sesuaikan selera)
- 50 – 60 gr gula merah/jawa
- 5 biji asam jawa
CARA:
- Ulek bahan sambel, cek rasa bila belum pas bisa ditambah sesuai selera
- Sajikan bersama rebusan daun sintrong/kangkung atau glandir
- Bisa digadoin begitu aja. Bisa disanding bersama nasi hangat plus lauk lainnya.
- Asem manis pedes..seger dan so yum yum pokoknya .


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.