Resep Balado Jengkol

Jengkol adalah tumbuhan khas di Asia Tenggara yang termasuk suku polong polongan. Buahnya berbentuk polong dan gepeng berbelit membentuk spiral berwarna lembayung tua. Sedangkan kulitnya berwarna hitam pekat dan bertekstur keras. Butuh bantuan pisau buat mengupasnya. Biji ini banyak digemari di Indonesia, Thailand , Malaysia dan Myanmar.

Jika sedang makan atau memasak jengkol ini saya jadi teringat kenangan masa kanak kanak saya. Dimana saat itu kebun di pekarangan almarhum simbah saya masih banyak ditumbuhi pohon ini. Senangnya bila musim panen jengkol tiba. Walau pada waktu itu harga jengkol masih murah meriah dan belum jadi komoditi yang lumayan berharga seperti sekarang.

Saya biasa membantu mengambil jengkol jengkol yang berjatuhan dari atas ( ada Mamang diatas pohon yang memetiknya ya..hehe..πŸ˜‰), jatuhnya di sungai atau kali kami menyebutnya..atau jatuh berserakan di antara pohon pohon salak yang rimbun. Jadi butuh kecermatan buat mencarinya..tengok kanan kiri macam anak yang hilang…πŸ˜†.

Plus bonus kulit tubuh saya bentol bentol digigit nyamuk kalau tidak ya kulit kaki dihisap sama Pacet. Sejenis hewan lintah yang berwarna hitam yang hobinya menghisap darah. Bila sudah digigit si Pacet ini saya akan berhenti membantu di kebun, pulang kerumah sambil berlari menangis & menjerit ketakutan..sesampai dirumah nangis gulung gulung ditanah..kalau tidak ya menangis sambil menghentak hentakkan kaki ditanah supaya si Pacet bisa copot dari kulit saya haha…macem anak kesurupan..uuppps!πŸ˜†

Kenangan banget bagi saya yang tumbuh berkembang sebagai anak kampung, kulit jengkol saja dibuat sebagai mainan kala itu. Dijadiin kaca mata kaca mataan..haha..πŸ˜ƒ.

Walau mengkonsumsi jengkol ini berefek pada bau pipis yang menyengat dan tidak enak tapi tetep saja olahan dari jengkol selalu banyak penggemarnya. Mulai dari semur sampai balado. Plus harga jengkol yang tergolong mahal ketimbang sayur mayur lainnya tapi tetap ya yang namanya jengkol banyak diminati. Kalau pas mahal harganya bisa menembus IDR 100K / kg nya loh ..itu dikota besar semisal Jakarta sono. Tapi kalau di Yogya sih masih amaaan..paling juga 25K- 30K/ kg nya. Dan kalau makan jengkol disarankan jangan banyak banyak ya..nanti bisa jengkolan. Pipisnya sakit.

Bahan:

500 gr jengkol tua rebus, supaya mempur rasanya ( saya bilangnya cenit cenit😊)

**Bumbu halus:

250 gr cabe merah keriting

1 butir tomat merah

15 biji cabe rawit setan

8 siung bawang merah

4 butir bawang putih

1 sdt Kaldu bubuk

Garam sesuai selera

Gula pasir sesuai selera

**Bumbu untuk merebus jengkol:

2 sdm kopi bubuk hitam

3 lembar daun salam

2 tangkai serai geprek

4 lembar daun jeruk

1 kantong teh celup

CARA:

– Rendam jengkol semalaman . Buang airnya dan kemudian direbus bersama bahan untuk rebusan tadi sampai empuk. Buang airnya. Cuci dan digeprek. Sisihkan

– Tumis bumbu halus sampai keluar aroma harum. Masukkan gula, garam dan kaldu bubuk. Kemudian masukkan sedikit air matang dan jengkol rebus. Koreksi rasa. Angkat jika air sudah asat. Siap disajikan.

Hmmm so yummy..😍

Resep Sup Daun Kelor dan Manfaatnya

Sarapan pagi ini saya menyantap sup daun kelor, kalau di Jawa ( Yogya) kami menyebutnya “Jangan Bening Kelor”. Cukup segar ya sayuran ini, hampir mirip mirip dengan rasa sayur Katuk ( itu loh sayur buat booster ASI ). Apalagi ditambah irisan wortel dan jagung manis didalamnya, bikin makin semangat bila makannya ditemenin sama Sambel , Tempe goreng garit dan Tahu. Bikin gembrobyos keringat bercucuran…haha…πŸ˜†

Daun kelor yang punya nama beken Drumsticks tree aka Moringa Oleifera ini saya petik kemarin di halaman rumah karena daunnya sudah rimbun dan bercabang kemana mana. Selain enak dimasak sebagai sayur sop dan sayur bobor, sekarang banyak juga yang memanfaatkannya sebagai teh kesehatan herbal. Ada juga loh yang mengolahnya sebagai tepung dan dibikin olahan cookies tepungnya.

Ternyata kelor punya segudang manfaat bagi kesehatan tubuh kita, kandungan vitamin A nya 3x lebih banyak dari vitamin A yang ada dalam wortel. Dan dalam daun kelor terkandung kalsium yang bagus tulang jadi sangat cocok buat masa pertumbuhan anak anak.

Berikut manfaat kelor:

1. Memberikan nutrisi bagi tubuh

2. Kaya antioksidan

3. Membantu menurunkan kadar kolesterol darah

4. Membantu meredakan peradangam

5. Menurunkan kolesterol

6. Membantu mengatasi kanker

7. Membantu mengatasi stroke

8. Bagus buat mempertajam daya ingat.

Dan dari pengalaman tetangga saya yang sudah mengalami kelumpuhan cukup lama, setelah tiap hari mengkonsumsi sup kelor ini beliau sekarang bisa sembuh dan sehat seperti sediakala. Sudah bisa berjalan dan beraktifitas normal. So amazing kan?.

Selain khasiat diatas tersebut, daun kelor juga biasa di pakai secara tradisional oleh masyarakat kita sebagai bahan tolak balak atau sebagai bahan waktu memandikan jenazah. Juga hal hal yang berbau mistis lainnya.

Resep sup kelor ala saya😍:

Bahan:

1 ikat daun kelor muda ( 2 genggam setelah disiangi)

1 biji wortel iris

1 biji jagung manis iris / pipil

2 butir bawang putih iris/ geprek

4 butir bawang merah iris

2 cm sunti ( saya pakai kencur)

2 lembar daun salam

1 – 1,5 liter air

1 sdm garam atau sesuai selera

1 sdm gula pasir atau sesuai selera

Cara:

– Rebus air, duo bawang iris, salam dan sunti. Setelah mendidih masukkan jagung bersama wortel. Aduk dan masak sampai empuk. Berikutnya masukkan daun kelor yang sudah dicuci bersih. Tambahkan gula garam, koreksi rasa. Bila sudah pas dan semua sayur empuk, angkat. Siap disajikan. So yummy…