Kebahagiaan hakiki bagi saya adalah sambel terasi. Mencium bau terasi yang baru di unboxing dari bungkusnya menjadi ritual saya sebelum membakar atau memasukkan terasi ke wajan penggorengan…hmmmm…nikmat dunia yang tiada duanya, Swear!π
Jadi ketika melihat tanaman cabe , terong dan kemangi yang saya tanam di media polybag di depan rumah sedang tumbuh subur & berbuah..betapa jingkrak jingkrak kegirangan saya..setidaknya saya bisa menyantap olahan sayur organik non pestisida.
Dikarenakan pula saya pengen sekali makan makanan yang pedas pedas sudah beberapa hari ini (walau sebenarnya perut sudah tidak kuat lagi kemasukan cabe cabean yang banyak…huhu)….π. Tapi mau bagaimana lagi coba? Hambar rasanya kalau tiap hari hanya makan sayur bening, sayur tumis gurih, sayur sop, tanpa tambahan sambal atau tanpa irisan cabe sama sekali. Bikin nafsu makan saya menurun drastis..π£.
Intinya saya belum bisa say goodbye 100% sama si cabe, meskipun suka sakit perut setelah memakannya!π
Karena sambal ini hanya saya konsumsi sendirian dirumah, takaran bahan juga saya sesuaikan dengan selera saya ya. Bagi yang suka sambel yang pedas dan bikin keringat gobyos, takaran cabe bisa dibanyakin..
Bahan:
1 buah terong cuci iris iris tipis
1 bungkus kecil terasi
1/2 sdt garam
1/2 sdt kaldu jamur/ kaldu bubuk biasa ( bisa di skip )
5 butir bawang merah
3 butir bawang putih
4 cabe rawit
5 cabe merah keriting
1 genggam daun kemangi siangi dan cuci
Cara:
– Goreng terong iris sampai matang. Angkat. Tiriskan
– Kemudian goreng duo bawang dan cabe & terasi. Angkat bila sudah matang.
– Taruh dicobek bawang cabe terasi, tambahi garam, kaldu jamur, ulek sampai lembut dan masukkan terong. Ulek kasar terongnya. Koreksi rasa. Bila sudah pas, masukkan daun kemangi. Aduk rata. Siap disajikan bersama nasi hangat beserta lauk pauknya. Nyam nyam…π




Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.