Bakso Goreng Bumbu Rempah

Nyobain trial bakso goreng lagi hari ini, tapi saya modifikasi resepnya.. saya tambahkan beberapa spices. Dan hasil dari taste nya juga beda sama yang bakso goreng ekonomis beberapa waktu lalu.Kalau saya lebih suka rasa yang ini, tidak terlalu asin dan tidak terlalu gurih waktu dikunyah di mulut..jadi tidak berasa eneg. Rasanya seperti bakso goreng yang ada di abang abang tukang bakso itu..yang kalau ditempatku dibungkus plastik kecil kecil dan ditaruh di meja ..jadi kalau kita mau makan bakso mie kuah dengan bakso gorengnya..tinggal kita ambil dan dihitung berapa harganya pas kita sudah selesai makan baksonya ☺

Bikin seresep ini dan dibawa pulang oleh adik sepupu pas berkunjung dirumah. Katanya sih enaaak..😍

Capcus resepnya yuuk:

**Bahan:

– 1 bungkus mie instant kuah rasa apa saja sesuai selera
– 250 gr tepung kanji
– 1 butir telur
– 2 sdm margarine
– 5 batang daun bawang atau loncang , diambil hijaunya saja dan iris halus
– Air panas 80 ml

**Bumbu halus:

3 butir kemiri
1 sdt lada bubuk
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
4 butir bawang putih
1/2 sdt pala bubuk atau 2 cm pala

Cara:
– Remas mie instant rebus sampai matang dan angkat tiriskan
Campur bersama bumbunya di wadah yang besar

– Masukkan telur , bumbu halus, margarine, irisan daun bawang dan tepung kanji. Campur rata. Tambahkan air..uleni sampai kalis dan tidak lengket ditangan

– Bentuk bulat lonjong. Goreng pakai api besar lalu kecilkan. Sampai setengah matang dan kokoh. Angkat tiriskan

– Diamkan sampai benar benar dingin, iris tipis. Goreng lagi sampai matang kecoklatan
Angkat tiriskan .

Siap disajikan sebagai cemilan colek pakai saos/sambel atau teman makan mie bakso dan mie rebus. Hasilnya renyah ya walau agak tebel irisannya.. masih ada sensasi gigitannya..kriuk kriuk..So yummy😍

Happy cooking

Tape Ketan Hijau



Sudah lama banget pengen eksekusi tape ketan ini. Tapi selalu ragu ragu terus. Dulu dulu semasa almarhum Simbah Putri masih hidup, pas hari Lebaran sering bikin beginian. Dan sayapun selalu cuek tak pernah memperhatikan proses pembuatannya..paling bantu bantu ngetumi atau membungkus pakai daun pisang kalau sudah jadi saja.




Setelah sekian lama cuma maju mundur cantik terus, akhirnya saya memberanikan diri membuat tape ini. Semangat hunting beras ketan kualitas bagus di pasar, beli ragi tape kualitas bagus dan nyari daun pisang di sawah ( kebetulan di pematang sawah kami menanam pisang Klutuk yang buat membungkus lemper itu, daun berkualitas bagus untuk membungkus jajan pasar tradisional karena tidak akan membekas warna hijau di makanan)…lumayan kan ngirit..tidak usah beli di pasar…dasar otak Mak Irit..salah satu kelebihan hidup dikampung lol!😃.





Sempat was was pas menunggu hasilnya..takut hasil fermentasinya gagal total.  Takut hasilnya kecutlah..takut entar tapenya ngelitis atau keras berasnya..takut tidak manislah atau takut tapenya berjamur😓





Dan eng ing eng….. setelah menunggu fermentasi 3 hari 2 malam, saya buka penyimpanan tapenya..puji Tuhan Alhamdulillah hasilnya sukses. Empuk teksturnya, manis dan airnya keluar banyak …kemucur kata orang Jawa ….😂.

Ohya selama penyimpanan tape ini, setelah proses peragian saya simpan di wadah kedap udara. Terus saya bungkus lagi pakai kain bersih/ taplak kemudian saya masukin di dalam lemari biar anget.

Dengan tujuan mempermudah proses fermentasinya…hihi…sempat di komentari sama Mbakyu aku yang tinggal di luar pulau lihat foto bungkusan ini..karena sempat saya upload di status WA. “Katanya mau ngikutin jejak Mantili apa Brama Kumbara?  Kok bungkus bungkus kain segala…  haha…” 😅..  Tak jawab aku mau berjalan ke barat mencari kitab suci dulu Mbakyu…mengikuti jejaknya Sun Go Khong..😅


Ini bungkusan tapenya setelah jadi,  otw disimpen. Seperti bungkusan baju pengembara di serial sinetron kolosal jaman dulu itu ya…😂


Cus resepnya dimari:

-1 kg beras ketan kualitas bagus

-Pewarna kue hijau atau pasta pandan

-3 biji ragi tape kualitas bagus dihaluskan

– 2 lembar daun pandan simpulkan

– Daun pisang secukupnya

– 5 sdm gula pasir


CARA:

– Cuci bersih beras ketan sampai kesat. 5 atau 6 kali

– Rendam di air selama 3 jam ( bila mau warna hijau , air rendaman di campur pasta pandan secukupnya. Bila mau polosan putih…direndamnya dia air biasa saja). Tiriskan.

– Didihkan air dikukusan, masukkan beras ketan. Kukus selama 30 menit. Angkat

– Cuci lagi beras ketan sampai bersih seperti proses sebelum beras ketan dikukus. Saya 3 kali. Tiriskan. Kalo bahasa Jawanya: Mususi beras😉

– Kukus lagi beras ketan selama 30 menit bersama daun pandan. Angkat. Tuangkan di wadah yang lebar dan dialasi daun pisang.  Diamkan sampai benar benar dingin, baru di taburi ragi yang sudah dihaluskan memakai ayakan dan taburi gula. Aduk sampai rata. Simpan di  wadah kedap udara yang juga dialasi daun pisang dan tutup kembali memakai daun pisang.

Tutup rapat. Bungkus pakai kain bersih dan simpan di tempat yang hangat. Cek setelah 3 hari 2 malam, jangan lebih dari itu ya, nanti asem hasilnya..

Saya sarankan lebih baik kalau langsung disimpen di cup cup kecil saja. Kalau dibungkus daun  , nanti air tapenya kemocor pada ngalir/ bocor didaun.

Hihi…ada yang nongol iklan tape ketan hijau nich….😅

Happy cooking😍