Daun Sirih dan berbagai ragam manfaatnya

Tumbuhan merambat yang mempunyai nama ilmiah Piper Betle ini lekat dengan masyarakat Indonesia, biasa digunakan sebagai obat tradisional juga sebagai syarat syarat di acara acara budaya tradisional. Mudah ditemukan biasanya dijual oleh para pedagang bunga di pasar tradisional ataupun banyak dibudidayakan dipekarangan rumah.

Di belakang rumah saya juga tumbuh lebat merambat di tembok. Begitu pula dengan sirih merah yang saya tanam di depan rumah sebagai tanaman hias..meski belum selebat yang hijau. Tapi sirih merah mempunyai rasa yang beda dengan yang hijau, karena lebih pahit.

Tanaman Piperaceae ini mempunyai daun berbentuk hati dan mempunyai ciri khas bau yang tajam dan menyengat. Ada yang bilang sih kalau rasanya agak agak mirip sama bunga Honje atau Kecombrang itu. Pedes dan panas dimulut saat dikunyah..hihiii..tapi saya gak doyan. Pernah nyoba sekali..langsung saya lepeh..perut mual seketika.

Sirih banyak dibudidayakan di Afrika Timur, India, Malaysia, Pilipina ,Sri Lanka dan Indonesia. Karena mengandung antiseptik biasanya digunakan sebagai penyegar mulut dan pembersih area kewanitaan dengan mengaplikasikan air rebusan sirih tersebut.

Daun ini juga mengandung vitamin C, tiamin, niasin, riboflavin , karoten untuk menyembuhkan luka dan memelihara kesehatan. Juga mengandung minyak atsiri dan komponen kimiawi seperti eugenol, terpene, minyak sirih dll.

Berikut beberapa manfaat sirih..

1 .Bersifat anti kanker

2. Untuk mengobati gatal. Bisa menggunakan air rebusan sirih buat mandi. Karena mengandung polifenol juga bagus untuk mengobati luka, cukup dengan mengoleskan ekstrak sirih di atas luka.

3. Obat mimisan. Membantu menghentikan aliran darah dengan cara menggulung daun sirih dan memasukkannya ke lubang hidung. Tunggu 30 menit sampai darah mampet.

4. Meningkatkan kesehatan mulut. Mengurangi nafas tak segar dan juga membantu mengurangi karies gigi beserta gusi berdarah. Bisa dikunyah langsung atau dipakai kumur air rebusannya.

5. Obat batuk. Dengan merebus beberapa lembar daun sirih dan meminum air rebusannya. Bila daun sirih merah cukup selembar saja dan air segelas karena rasanya pahit sekali.

Juga bisa untuk mengusir semut dirumah, dengan cara meremas daun sirih dan letakkan dimana semut semut berada.

PUDING LUMUT KEMBANG TELANG

Mumpung kembang telang di depan rumah lagi mekar setiap hari, saking bingungnya mau diapain, kadang pohonnya yang numbuh cabang baru dan nyaris berbunga/ berkuntum saya babat habis tiap minggunya.

Kebetulan juga masih ada sisa stok bubuk agar bubuk bening dan puding susu instant. Sekalian saya bikin 2 varian , lumayan buat takjil puasa sore nanti. Walaupun perut enggak muat menghabiskannya sendirian. Ujung ujungnya dibagi ke saudara dekat. Gapapa yang penting ga kebuang sia sia..gak mubazir..

Biasanya saya bikin pakai susu cair tapi kali ini pakai susu bubuk biar tambah gurih rasanya. Eh kok pas sudah mendidih pudingnya jadi kemrampul gitu ya..ngambang putih putih memisahkan diri dari warna biru kaya santan pecah. Tapi cantik warnanya.. macam puding lumut ijo itu loh..tapi ini puding lumut biru hihiii..😃

Bahan: Sebungkus agar bubuk tanpa warna, 5 sdm susu bubuk, 5 sdm susu kental manis, 100 gram gula pasir (sesuai selera), sejumput garam halus, 1 saset kecil vanili bubuk, 1 genggam bunga telang dan 800 ml air.

Cara:

1. Rebus bunga telang dan air sampai mendidih. Angkat saring dan dinginkan

2. Setelah dingin masukkan semua bahan. Aduk rata. Masak diatas kompor sampai mendidih

3. Angkat aduk rata sampai uapnya panasnya hilang. Tuang dicetakan puding yang sudah dibasahi air matang dulu supaya puding mudah dilepas setelah set.

Dinginkan siap disantap. Yum yum😍

Let’s get cooking 😍

,