Assalamu’allaikum
Dulu sering banget sarapan mie kopyok beginian sewaktu masih anter jemput si krucil disebuah TK perbatasan Klaten Sleman, sekitar tahun 2013- 2014 .
Kebetulan dibelakang TK ada kantin sebuah SMA yang letaknya dipinggir jalan, jadi orang luar sekolah bisa leluasa masuk dan makan dikantin tersebut. Salah satu menu disana adalah soto dan mie kopyok ini. Walaupun di mangkuk sotonya cuma ada beberapa suwir daging ayamnya, tapi lumayanlah buat seger seger pengisi perut disiang hari nan terik😄.
Apalagi saat itu saya belum sempat sarapan apapun dari rumah. Dan harus standby setengah hari nungguin si krucil pulang sekolah. Biasalah moment pertama masuk TK pasti ada insiden menangis nangisnya😀.
Dan hari ini saya ingin bernostalgia dengan mie kopyok ini. Ala saya sendiri tentunya. Kalau resep otentik mie kopyok Semarang tidak memakai kaldu sapi/ ayam di kuahnya. Tapi saya memakai daging sapi walaupun cuma seuprit. Dan ada tambahan baksonya. Karena di freezer masih ada daging sapi dan bakso sisa Idul Adha kemarin. Walau cuma sedikit tapi lumayanlah buat tambahan aroma di kuah..plus ada tambahan gurih gurihnya😀.
BAHAN A ( Kuah)
2 liter air
100 gram daging sapi yang ada sedikit lemak
7 butir bawang putih
1/2 sdt merica butiran
Garam secukupnya
2 sdm kecap manis
Kaldu bubuk rasa sapi
CARA:
1. Uleg halus bawang putih dan merica . Masukkan ke air dalam panci tambahkan bumbu halus tadi dan irisan daging. Tambahkan garam, kaldu bubuk. Masak sampai daging empuk. Koreksi rasa, bila sudah pas. Matikan api.
BAHAN B:
Mie basah ( saya mie kering, rebus sampai matang)
Lontong secukupnya
Tauge secukupnya
Irisan daun seledri & daun bawang
Bawang goreng
Tahu pong iris
Bakso
Kerupuk nasi atau gendar
Sambel rawit rebus
CARA PENYAJIAN:
1. Tata bahan B di mangkuk. Siram dengan kuah panas bahan A ( bahan kuah)
2. Sajikan dengan sambel rawit rebus dan taburi dengan kerupuk gendar yang diremas remas
Nyam – Nyam…Pedes seger…😋


Happy cooking ya..😙


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.