Sayur yang bernama latin Parkia Speciosa ini, selain sedap buat campuran berbagai hidangan sayuran atau lauk pauk ternyata juga mempunyai berbagai khasiat buat kesehatan / obat herbal.
Saya pribadi biasa mengolah si mutiara hijau ini sebagai campuran di sambel kentang krecek , sayur santan lodeh atau di cocol di sambel terasi gitu. Bahkan akhir akhir ini suka bikin nasi goreng yang dicampur sama petai, rasanya sih laziz..
Walaupun si petai mempunyai bau khas yang menyengat dan tidak mengenakkan, bikin aroma mulut dan closet di kamar mandi aduhai ya sehingga ada beberapa orang yang tidak mau makan petai tapi petai mengandung 90 – 150 kalori.
Berikut beberapa nutrisi di dalam petai:
- Serat
- Karbohidrat
- Lemak dan protein
- Mineral seperti kalsium, mangan, zat ,besi zinc ,tembaga
- Vitamin C , B1 dan E
- Juga kaya akan antioksidan
Sedangkan untuk manfaat buat kesehatan tubuh antara lain:
- Mengatasi infeksi
- Mengatasi anemia
- Melawan radikal bebas
- Mengontrol kadar gula darah
- Menyehatkan saluran pencernaan
Sebenarnya ada beberapa tips mengolah petai ini, agar bau yang tidak sedap bisa dikurangi antara lain dengan cara :
- Petai dikupas terus di masukkan ke dalam air sampai empuk, tapi rasa segar si petai akan hilang ya tentunya
- Dengan cara merendam petai beserta isinya ke dalam larutan air garam selama 30 menit. Rasa petai juga bertambah gurih
- Petai direbus atau digoreng bersama kulitnya hingga layu
Memang petai ini bermanfaat bagi tubuh, tapi bukan berarti kita bisa mengkonsumsinya secara berlebihan. Karena apapun kalau berlebihan tidak baik, seperti kalau kita mengkonsumsi jengkol berlebihan itu bisa menyebabkan “Jengkolen”. Si petai di konsumsi secara berlebihan bisa merusak ginjal dan bagi penderita asam urat harus dibatasi karena petai ini mengandung purin yang bisa menaikkan kadar asam urat di dalam darah.
So , saya sendiri sekarang kalau memakan petai ini cuma ambil 4 mata petai saja, terus dimasukkin ke olahan makanan yang sedang dimasak. Kadang cuma saya ambil aromanya biar makin sedap saja , petainya saya cutik’i dari piring…di cutat gitu bahasa Jawanya..alias saya buang tidak dimakan..😀. Kalau dulu dulu sih berani makan petai mentah dicoel ke sambel terasi pedes gitu, sekarang mah hati hati..soalnya saya punya Gout. Kalau salah makan dikit pasti ngilu ngilu tubuh rasanya. Meskipun aslinya ya masih pengen banget makan petai banyak banyak, dicoel sambel terasi atau dicoel ke sambel teri gitu…haha..weslah cukup membayangkannya saja..😀




Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.