Donat lagi…Donat lagiπŸ˜‚

Assalamu’allaikum

Kemarin siang muter muter ke Departement store..niatan mau nyari Food Processor yang multifungsi. Tapi setelah ubek ubek ke Ace Hardware sama di Progo tetep tidak ada barang yang dicari. Ujung ujungnya saya melipir ke toko bahan kue/ Bakers mart…aslinya sih cuma mau cuci mata..sekalian nyari gula dingin khusus donat yang tahan tidak leleh selama 2 hari itu. Setelah lumayan clingak clinguk…gula dinginnya tidak nemu juga..yang ada cuma icing sugar dan dextrose. Wes sudahlah , saya ambil dua batang Chocolate compund. Satu original cokelat dan satunya lagi cokelat putih rasa tiramisu. Plus sebungkus kecil bubuk kaldu jamur..

Sesampai dirumah karena masih ada sisa terigu ..saya uplek uplek di dapur bikin donat kentang lagi. Sudah lama sekali tidak bebikinan donat toping cokelat..paling banter donat ditoping gula dextrose saja. Untuk resep donat kentang sama dengan donat yang pernah saya post sebelumnya ya..

Ini dia penampakan donatnya. Aah rasanya seneng sekali bisa mainin lelehan cokelat diatas permukaan donat..πŸ˜‚

TELUR ASIN (Telur Menthok)

Assalamu’allaikum. Selamat Pagi..

Punya telur angsa ( kalau bahasa Jawanya endog Menthok di daerah saya di Yogyakarta). Telur pemberian dari Bulik yang beternak Menthok dan ayam kampung. Karena tiap hari bertelur dan orang rumah tidak ada yang doyan telur ini maka hasil telur telurnya yang menumpuk cuma di bagi bagi ke saudara dekat.

Telur Menthok kalau cuma diolah seperti di rebus atau digoreng memang tidak enak , baunya itu loh..amis amis gimana gitu. Saya sendiri tutup hidung!πŸ˜”

Dan pas dikasih telur beberapa minggu yang lalu , saya coba untuk olah menjadi telur asin. Dan rasanya cukup enak, amisnya hilang tertutup bau bawang putih. Walau tetep enakan telur asin dari telur bebek ya..karena masirnya kurang. Kuning telurnya juga tak sekuning telur bebek pastinya. Tapi mending diolah beginian ya, ketimbang direbus saja. Sekali makan saya bisa habis 2 butir karena rasanya gurih dan asinnya pas. Makannya tidak pakai nasiπŸ˜….

BAHAN;

15 Butir telur angsa ( telur menthok)

2 batang serai

7 butir bawang putih iris

2 lembar daun salam

1000 ml air

350 gr garam ( saya 4 bongkah garam yang bentuk kotak)

CARA;

– Rebus garam , air , salam, serai sampai mendidih dan garam larut. Diamkan sampai dingin

– Masukkan telur yang sudah dicuci dan irisan bawang putih ke toples plastik. Tuang rebusan air garam ( serai dan salam dibuang saja ya)

-Terus atasnya dikasih pemberat dari air yang dimasukkan ke dalam plastik sekiloan. Tujuannya supaya telur bisa terendam sempurna di air garam. Tutup rapat toples. Kalau saya dikasih tanggal di toples supaya tidak lupa kapan harus di panen..

– Setelah 15 hari telur siap panen dan direbus sebagai lauk.