Nostalgia Tempe Benguk

Tempe benguk adalah tempe yang dibuat dari kacang benguk atau Mucuna prurein dalam bahasa latinnya. Sejenis kacang polong polongan yang berbentuk lonjong dan berkulit keras, bijinya keras dan besar apabila digigit akan berasa kres kres. Rasanya agak sedikit wengur dan cara pembuatannya harus direndam dahulu selama 2 hari untuk menghilangkan kandungan HCl yang ada di dalam tempe benguk tersebut.

Jika tidak bisa mengolahnya dengan baik, tempe benguk ini bisa mengandung racun. Tetapi bila pintar dalam pengolahannya tempe benguk akan menjadi tempe alternatif yang rasanya sangat nikmat, empuk, gurih dan tidak kalah enaknya daripada tempe dari kedelai.

Tempe jenis ini banyak dijumpai di daerah Bantul dan Kulonprogo, biasa di masak sebagai olahan besengek dan baceman.Saya sendiri terakhir makan tempe benguk ini sudah sangat lama sekali, berpuluh puluh tahun yang lalu semasa saya masih sekolah SMA di Bantul antara tahun 1996 – 1997…sudah baheula sekali ya! Itupun pas main di rumah teman dan disuguhin besengek tempe…ya Allah rasanya wuenak sekali..empuk gurih..so yummy pokok e😋

Dan Alhamdulillah hari ini saya dapat kiriman tempe benguk bacem dari saudara, tinggal hap saja tidak perlu repot repot masak. Bahagia sekali serasa dapat setumpuk harta karun yang sangat berharga..dan pas makannya dibarengin sama nyeplus cabe rawit ijo…wuiiih mantap banget. Bikin mata melek!

Dulu jaman saya masih anak ingusan yang masih duduk di bangku SD, sebenernya almarhum Simbah saya sering menanam pohon kacang benguk ini , tidak sebagai tanaman utama di sawah sih hanya ditanam di pematang sawah saja dan dirambatkan di sebuah tonggak yang terbuat dari bilah bambu ( kami menyebutnya dengan nama lanjaran ). Berjejer dengan pohon Gude yang biasa dimasak khusus di hari perayaan tertentu di kampung kami, dioblok oblok atau semacam dimasak bothok bersama parutan kelapa muda disajikan di takir /sudi bersama makanan lainnya di acara kendurian. Gude ini sejenis kacang kacangan juga, berwarna hitam nyaris sama bentuknya seperti kacang kedelai hitam. Cuma bentuk pohonnya yang berbeda, karena pohon gude menjulang tinggi dan bercabang cabang.

Sekarang semua tanam tanaman tersebut hanya tinggal kenangan, sudah sangat langka. Saya kira sudah tidak ada lagi warga di daerah kami yang membudidayakannya di area persawahan. Sudah tergantikan dengan tanaman pohon salak pondoh disana sini, yang kalau panen raya besar besaran harganya anjlok sangat murah sekali..kadang cuma dihargai Rp 1250 – 1500/kg . Malah pernah kami jual dibawah harga seribu..ngenes kan?

Ah tempe benguk,, cukup membuat pikiran saya melayang sebentar bersama nostalgia masa kecil dan masa remaja saya dulu…

Note : Foto pohon kacang benguknya saya comot dari Mbah Google ya😊