Sayur ini sayur legend di keluarga saya, dan kami menyebutnya sebagai Jangan Lompong. Dulu paling suka banget bila dimasakin sama almarhumah Simbah Putri saya, teksturnya yang krenyes krenyes selalu menjadi kenikmatan tersendiri. Paling mantul di masak pedas , kasih rebon dan santan yang kental. Nikmat disantap barengan nasi anget dan sepotong tempe goreng garit berbumbu bawang uyah. So yummy..
Pohon talas biasa di tanam di kebun atau di pematang sawah. Sebenarnya ada beberapa jenis talas, sependek pengetahuan saya ada talas berbatang hijau , putih dan hitam. Yang berbatang hitam hanya umbinya yang dikonsumsi, disebut Kimpul. Sedangkan batang dan daunnya sering dipergunakan sebagai pakan ikan.
Kalau saya pribadi sih suka sama yang talas berbatang hijau , batangnya paling lezat jika di buat sayur dan daunnya Godong Lumbu kami menyebutnya , juga leker di masak sebagai Buntil isi teri pedas. Untuk batang talas berwarna hijau hanya bisa di dapat di kebun karena tidak ada yang menjual di pasar tradisional di dekat rumah. Beda sama batang talas warna putih , kadang di pasar sering ditemui pedagang sayur yang menjualnya. Di pedagang bubur/nasi atau sayur mateng itu juga ada. Tapi saya lebih sreg yang talas batang hijau , karena kalau di masak tidak mudah remuk atau lodrok. Makin diangetin makin mantab , maklum lidah ndeso.😀





Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.