Nostalgia Tempe Koro

Alhasil setelah puluhan tahun tidak pernah merasakan lezatnya tempe kacang koro, hari ini saya berkesempatan bernostalgia lagi sama si tempe koro. Kemarin siang sempat di WA sama salah satu saudara, sebutlah namanya Mbaksay, beliaunya nanya ” Sudah pernah maem tempe koro Mbak?”

Yo tak jawab sudah , tapi terakhir makan dulu sewaktu masih SMA tinggal di Bantul dan itu sudah lebih dari 20 tahunan yang lalu.

Dan percakapan kamipun berakhir dengan senyum manis dan wajah saya yang sumringah bhahaha…karena ternyata si Mbaksay bilang mau nganterin tempe koro homemade buatan ibunya ke rumah , hasil oleh oleh dari pulang kampung di negeri seberang. Berlian nggak boleh ditolak , barang langka ini batin saya.🙊

Sebenarnya saya sendiri nggak tahu persis pohon kacang koro itu seperti apa, seingat saya dulu semasa masih kecil almarhum Simbah cuma nanam kacang koro pedang dan itupun yang dimanfaatkan bukan bijinya tapi seluruh buah diiris tipis dimasak sayur. Tapi dari penjelasan si Mbaksay tadi , pohon kacang koro hampir mirip sama pohon kecipir. Sekarang sudah jarang ditanam sama petani petani di area Jogja sini. Meski tempe ini masih bisa ditemukan di kabupaten Bantul dan Kulon Progo.

Dari segi rasa, tempe ini nggak kalah dari tempe kedelai. Ini juga yummy, gurih dan empuk. Enak digoreng begitu saja dibumbu bawang uyah ataupun dimasak bacem manis. Pas dimasak pun aromanya sudah keluar menyeruak wangi, khas banget, beda sama tempe kedelai. Ya Alloh, belum asat air rebusan baceman tadi saya sudah menculik sebiji dari panci dan mencacahnya panas panas di dalam mulut..sssh sadis! .

Dan hal yang paling saya suka, bijinya berbutir besar besar, jadi sebungkus tempe itu kalau dibuka kelihatan mlenuk melenuk gedem size tempenya,, kan bikin marem to makannya. Digadoin lagi, sekali hap bisa habis 3 saya. Maruk!. 😂

Tinggalkan komentar